Categories
Uncategorized

Kata-kata Bijak Jawa

Kata-kata Bijak Jawa – Setiap hari orang menjalani rutinitas kehidupan, bangun, belajar, bekerja, bermain dan sebagainya. Langit tidak selalu jelas, dan kehidupan manusia juga tidak. Tidak selalu bahagia. Ada saat-saat ketika Anda menghadapi kesedihan, hambatan, dan kebosanan. Tetapi jika otak dan hati Anda masih berfungsi dengan jelas, semua masalah ini bukanlah hambatan utama.

Bahkan, ada kalanya Anda bisa mengeluh dan menangis, semua itu biasa untuk menenangkan hati dan pikiran Anda. Bahkan jika perjalanan hidup adalah bagaimana Anda memilih dan mengambil keputusan. Pilihan yang tepat adalah tetap di depan dan terus menjadi antusias. Jika Anda membutuhkan sedikit antusiasme, bacalah kata-kata bijak tentang kehidupan. Salah satu kata bijak yang paling populer adalah kata-kata bijak Jawa.

Kata-kata-Bijak-Jawa
Kata-kata Bijak Jawa

Bahasa daerah ini adalah bahasa yang mudah dipahami oleh hampir semua kalangan. Banyak makna positif tersirat dalam ungkapan Jawa. Lebih jauh, berbagai kata kebijaksanaan Jawa ini tampaknya dinilai sebagai nasihat dari orang tua kepada anak-anak mereka. Karena banyak orang tua masih menggunakan bahasa Jawa untuk bahasa sehari-hari.

Kata hikmat Jawa artinya hidup

Kata-kata bijak mengandung makna kehidupan nyata. Seperti orang tua yang sudah memiliki pengalaman pahit dalam hidup, kata-kata ini akan membantu Anda belajar lebih banyak lagi tentang cara menghadapi masalah hidup.

“Katakan saja bahwa bernyanyi rumangsa bisa menjadi bijaksana dan rumangsa. Nanging diceya uwong bernyanyi bisa menjadi bijaksana dan rumangsa.”

(Jangan menjadi seseorang yang merasa mampu dan cerdas, tetapi seseorang yang bisa dan merasa cerdas)

“Sak apik-apike wong yen awehi pitulung kanthi dedemitan way.”

(Orang terbaik adalah orang yang diam-diam membantu)

“Sabarlah kuat, Anda kuat dan coba Lan Pandhadharaning Urip.”

(Kesabaran adalah kemampuan untuk melawan semua jenis godaan dalam hidup.)

“Memayu hayuning bawana.”

(Menghiasi alam semesta)

“Ulangi Meneng Widara”.

(Kelihatannya bagus, tapi sebenarnya buruk)

“Cicipi Allah mboten sare.”

(Tuhan tidak pernah tidur)

“Nenek, maksudku niat kakakku, kakek Perkoro, nenek itu akan menemui keberuntungan Iku atau menyingkirkan Rai.”

(Jika Anda sudah mendapatkan pekerjaan itu, jangan mencari kasing, jika Anda mencari uang, maka Anda tidak perlu mencari muka)

“Nenek Wes Onok Sukurono, nenek Durung Teko Entenono, nenek Wes Lungo Lalekno, nenek Ilang Iklasno.”

(Jika Anda sudah memilikinya, bersyukur, jika Anda belum tiba, Anda dapat menunggu jika Anda meninggalkannya, lupakan jika Anda dengan tulus kehilangan itu)

“Urip seperti meja kopi, Yen tidak suka perasaan berlari.”

(Hidup ini seperti secangkir kopi, jika Anda tidak bisa menikmatinya, itu hanya istirahat)

“Kudu, roh Masio bukan hanya bernyanyi, menyemangati.”

(Harus dialiri listrik bahkan jika tidak ada yang menyukai kegembiraan)

Kata bijak Jawa tentang cinta

Hidup memiliki rasa yang membosankan jika tidak tersentuh oleh ikatan cinta. Cinta bisa membuatmu bahagia dan memberimu semangat hidup baru. Tapi terkadang cinta bisa membuatmu jatuh.

“Terkno iku krip kadang-kadang handuk krip. Iso cinta nek sekarang sayang le nggowo.”

(Cinta kadang-kadang seperti keping datar. Cinta bisa pecah jika Anda tidak berhati-hati saat membawanya.)

“Aku tidak merasa lelah seperti kucing di Karete. * AMBYAARR.”

(Aku tanpamu suka nasi untuk kucing tanpa permen karet * berantakan)

“Arek Lanang Kuoso memilih, Arek Wedok Kuoso menolak.”

(Anak laki-laki dapat dengan bebas memilih, anak perempuan dapat dengan bebas menolak)

“Teman duyung Ukong, Iku kudu, adalah pasangan yang dengan sabar ambruk. Opo, bagaimana bisa seng tidak menjadi duwe?”

(Orang yang memiliki teman harus sabar dengan pasangannya. Apa lagi yang tidak dia miliki)

“Jarene dengan tulus kotak-kotak, bagaimana bisa luar biasa mengatakan:” Nenek Tuhan akan menjadi Mbales, Karma Sing Mbales “. Mbok sedang meneng wae luwih licin.”

(Dia berkata bahwa dia tulus dengan orang lain, karena dia masih berkata, “Jika Tuhan tidak menjawab anak-anak, karma akan ditolak.” Diam sekarang lebih baik.)

Kata-kata bijak dari kebijaksanaan Jawa

Untuk membangkitkan antusiasme, Anda juga membutuhkan input dan kata-kata lucu. Orang Jawa adalah yang terbaik dalam membuat pembaca tertawa.

“Oh, mengapa kamu meninggalkanku? Ya, aku memohon untuk kalah. Aku tidak benar.”

(Oh, apakah kamu cemburu padaku? Lalu aku menyerah dan aku tidak baik-baik saja)

“Yen tidak melihat rasa sakitmu, Ketoke Kowe Arep meledak karena aku.”

(Ketika saya melihat sorot mata Anda, Anda sepertinya berhutang sesuatu kepada saya.)

Baca Juga :

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *